Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Peraturan Baru Naik Pesawat dari Kemenhub, Diberlakukan Sejak 1 April 2021

 

peraturan baru naik pesawat dari kemenhub beralaku sejak 1 april 2021


Kementerian Perhubungan keluarkan ketentuan berkenaan perjalanan dalam negeri memakai pesawat yang mulai berlaku 1 April 2021. Ketentuan itu tercantum pada Surat Edaran Nomor 26 Tahun 2021 mengenai Panduan Penerapan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Periode Wabah Covid-19 yang diberi tanda tangan Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto pada 29 Maret 2021.

 

Seperti Apakah Ketetapannya?

 

Disebut, ketetapan perjalanan orang atau penumpang dalam negeri memakai transportasi udara atau pesawat yaitu:

 

Harus mengaplikasikan dan patuhi prosedur kesehatan 3 M yaitu menggunakan masker (sesuai standard penerbangan), jaga jarak, menghindar keramaian dan membersihkan tangan Tidak diperkenankan bicara satu arah atau dua arah lewat telephone atau langsung sepanjang perjalanan.

 

Tidak dibolehkan minum dan makan sejauh perjalanan dengan durasi kurang dari 2 jam terkecuali untuk individu yang harus konsumsi obat.

 

Beberapa penumpang pesawat harus penuhi syarat kesehatan yaitu:

 

Untuk penerbangan ke arah Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali: Memperlihatkan surat keterangan hasil yang negatif test RT-PCR atau rapid tes antigen yang sampelnya diambil maksimal 2 X 24 jam saat sebelum pergi, atau hasil yang negatif GeNose C19 di Bandar Udara dalam waktu ambil maksimal 1 X 24 jam

 

Penerbangan dari dan ke wilayah lain: Memperlihatkan surat keterangan hasil yang negatif test RT-PCR yang sampelnya diambil dalam waktu maksimal 3 X 24 jam atau hasil yang negatif rapid tes antigen yang sampel diambil dalam waktu maksimal 2 X 24 jam saat sebelum pergi, atau hasil negatif GeNose C 19 di Bandar Udara dalam waktu 1 X 24 jam saat sebelum pergi.

 

Syarat kesehatan di atas tidak berlaku untuk: Penerbangan Angkutan Udara Perintis Penerbangan Angkutan Udara di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) Penumpang anak-anak yang berumur di bawah 5 tahun


Baca Juga : Simak 8 Point Penting Tentang Larangan Mudik 6 s/d 17 Mei 2021 Mendatang

 

Ketetapan lain

 

Ada beberapa ketetapan yang lain harus dipahami. Ketetapan itu salah satunya, penumpang pesawat harus isi e-HAC Indonesia pada bandar udara keberangkatan untuk diperlihatkan pada petugas.

 

Disebut juga jika pelaksana angkutan udara tidak memberi makanan dan atau minuman ke penumpang pada penerbangan yang dengan durasi di bawah 2 jam terkecuali untuk kebutuhan klinis.

 

Disamping itu, bila hasil RT-PCR, rapid tes antigen atau test GeNose C19 pelaku perjalanan negatif tetapi memperlihatkan tanda-tanda, karena itu pelaku perjalanan jangan meneruskan perjalanan dan diharuskan lakukan test diagnostik RT-PCR dan karantina mandiri sepanjang menunggu hasil pengecekan.

 

Bila ada penumpang yang mengembalikan tiket penerbangan, proses pengembalian dilaksanakan seperti ketetapan perundang-undangan. Ketentuan itu mengharuskan personil pesawat udara yang bekerja dalam penerbangan untuk memperlihatkan surat keterangan hasil yang negatif RT-PCR atau rapid tes antigen yang contoh diambil dalam waktu paling lama 7X24 jam saat sebelum pergi.

 

Sepanjang pemberlakukan Surat Edaran baru itu, karena itu ketentuan SE 13 tahun 2020 angka 4 huruf a butir 12 berkenaan "implementasi konsep menjaga jarak dalam pesawat udara kelompok jet transport narrow bodi dan wide bodi untuk aktivitas niaga berjadwal dalam negeri sesuai komposisi tempat duduk dan penataan bangku penumpang berdasar karakter penumpang optimal 70 % kemampuan angkut" tak lagi diterapkan.

 

Meskipun begitu, masih disiapkan tiga baris bangku yang ditujukan sebagai tempat karantina untuk penumpang yang tiba-tiba alami masalah kesehatan saat penerbangan.

 

Sumber : kompas.com

Post a Comment for "Peraturan Baru Naik Pesawat dari Kemenhub, Diberlakukan Sejak 1 April 2021"